Semua
Karena Fisika
Waktu
telah mengantarkan seseorang menuju sebuah hal yang harus dihadapi dalam lorong
kehidupan. Mungkin sulit untuk menyingkirkan beberapa kenangan masa-masa yang
telah terlalui secara bersih dari ingatan. Akan tetapi, itulah yang menjadi
sebuah tantangan.
--- Alyssa POV ---
Pagi ini, cuaca tidak secerah biasanya. Pertama kali hujan
di pagi hari. Alyssa harus berangkat sekolah hari ini, akan tetapi hujan tak
kunjung reda.
“Bagaimana Nak, hujannya nggak reda-reda tuh..” celetuk Mama.
“Iya Ma, padahal jam pertama ada ulangan, huh.. pasti
kalau terlambat nggak boleh ikut
ulangan..” sahut Alyssa sambil terus memandangi hujan. ‘Semalaman aku belajar,
masa ujung-ujungnya nggak ikut
ulangan.’ Pikir Alyssa.
“Nanti Mama anter deh sampe kelas, terus Mama bakal bilang
kalau kamu harus ikut ulangan.. Mama kasihan sama kamu..” kata Mama sambil
mengelus pundak Alyssa.
“Nggak usah lah
Ma, nanti aku aja yang bilang ke bu Guru, pasti dimaklumi kok..” jawab Alyssa
sambil tersenyum meyakinkan Mama. Alyssa tidak mau merepotkan orang lain,
apalagi Mamanya.
--- Mario POV ---
“Rio, kamu mau dianter Ayah atau mau berangkat sendiri?”
tanya Ayah yang sedang membereskan dokumen-dokumen di sebuah almari kecil.
Mario tertegun sejenak.
“Dianter Ayah aja deh, tapi nunggu hujannya agak redaan
ya Yah..” jawab Mario sambil terus membolak-balik buku pelajaran Fisika. Ya,
hari ini Mario harus ulangan Fisika jam pertama. Padahal jam dinding sudah
menunjukkan pukul 06.45 WIB, akan tetapi Mario masih di rumah gara-gara Hujan.
Biasanya Mario pukul 06.15 sudah sampai di sekolah, ya.. sepagi itu Mario sudah
sampai, dan itu yang membuatnya ketagihan berangkat pagi, karena ia bisa
ngobrol bareng dia yang berangkatnya juga pagi.
“Katanya hari ini ulangan.. kok santai sih?” tanya Bunda
yang muncul dari balik pintu dapur.
“Ya walaupun ulangan, kalau masih hujan deras kaya gini
mau begimana lagi Bun.. Ya Rio cuma berharap, bu Guru bisa maklum. Mungkin bu
Guru juga belum dateng hehehe.” Jawab Mario asal, Ayah dan Bunda hanya
geleng-geleng kepala.
Mario adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Akan tetapi
kakaknya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Kalimantan. Adiknya tadi
sudah berangkat sekolah bareng temannya
pakai payung. Maklum sekolahnya hanya dekat, jadi pakai payung berani-berani
saja. Nah kalau Mario, sekolah naik motor, jadi harus nunggu hujan reda
terlebih dahulu.
--- ALL POV ---
Sekitar pukul 07.15 , Alyssa dan Mario baru sampai di
sekolah secara bersamaan. Ketika sampai di dekat kelas, mereka saling
mengajukan satu sama lain untuk mengetuk pintu kelas. Ya, mereka adalah teman
sekelas.
“Rio, kamu duluan deh yang masuk.. aku takut..” kata
Alyssa.
“Yeee kamu duluan aja deh..” sahut Mario.
“Uhh.. Mario.. Please deh.. ngalah sama cewek kenapa
sih..” gerutu Alyssa sambil menampakkan muka memelas.
“Huft, oke-oke kita barengan aja masuknya, tapi biarkan
aku yang minta ijin.” Kata Mario akhirnya. Alyssa tersenyum bangga, ada sebuah
rasa yang tergambar dari senyumnya.
‘Tokkk tokk tokk’ Mario mengetuk pintu dengan hati-hati.
“Masukk” sahut dari dalam kelas. Mereka berdua pun masuk
dengan langkah gemetar. Karena memang guru yang mereka hadapi adalah guru yang
benar-benar galak.
“Mario Stevano Aditya Haling dan Alyssa Saufika Umari..
mengapa kalian terlambat?” tanya bu Leli dengan nada garang.
“Maaf bu, tadi hujan deres banget, jadi terpaksa kami
baru berangkat.” Jawab Mario mantap.
“Temen-temen kamu bisa sampai sini tidak terlambat..
kalian saya hukum tidak boleh mengikuti ulangan.. silahkan keluar dari kelas
dan kembali setelah mata pelajaran saya selesai.” Kata bu Leli mencak-mencak.
“Tapi kan bu, kami sudah belajar dengan susah payah..
masa gara-gara terlambat, nggak boleh
mengikuti ulangan..” sahut Alyssa.
“Apa kamu bilang? Masa gara-gara terlambat nggak boleh ikut ulangan? Itukan memang
sudah peraturan dari jaman dahulu di sekolah ini Lyssa..” omel bu Leli. Alyssa membenci panggilan itu
karena dia lebih suka dipanggil Alyss.
“Hem, ya sudah bu, kami minta tugas saja untuk
menggantikan biar belajar kami nggak
percuma bu..” kata Mario.
Akhirnya bu Leli memberikan tugas untuk Alyssa dan Mario.
Mereka pun mengerjakannya di perpustakaan.
“Rio, ini nomer terakhir caranya gimana sih?” tanya
Alyssa sambil terus berkutat dengan pensil dan kertas coret-coretan.
“Ini tu mudah, kamu tinggal mengintegralnya terlebih
dahulu..” jawab Mario.
“Kamu udah selesai?” tanya Alyssa lagi.
“Udah dari setengah jam yang lalu keles.. daritadi juga
aku baca novel. Hehehe” jawab Mario sambil terkekeh. Alyssa mengakui bahwa
Mario memang anak yang jenius dalam bidang hitung menghitung. Tidak seperti
dirinya yang paling benci pelajaran menghitung.
Setelah selesai mengerjakan tugas Fisika tersebut, Alyssa
memandangi sebuah buku bersampul klasik dan bertuliskan Jogja di dekat tempat
Mario duduk. Alyssa hanya melirik karena tidak berani meminjamnya kepada Mario.
“Ehm Lyss, aku ke toilet dulu ya..” kata Mario yang
dibalas dengan anggukan Alyssa.
Akhirnya ia beranikan melangkahkan kaki kearah buku bersampul
klasik tersebut. Ketika ia mengangkat buku tersebut, ada dua carik kertas
terjatuh dari buku tersebut. Ia lalu memasukkannya ke dalam saku rok.
Setelah masa hukuman habis, Alyssa dan Mario kembali ke
kelas.
“Ciee
yang dihukum berdua...” celetuk Ray, teman sebangku Mario.
“Diem
deh..” timpal Mario dengan wajah cemberut.
--- Alyssa POV ---
Sepulang sekolah, Alyssa segera merebahkan tubuhnya di tempat
tidur. Mamanya segera menghampirinya.
“Gimana tadi Sayang ulangannya?” tanya Mama sambil
meletakkan segelas susu dan mangga yang telah dikupas di meja samping tempat
tidur Alyssa.
“Nggak jadi Ma,
Alyssa cuma diberi tugas, jadi agak menyenangkan hehehe..” jawabnya sambil
cengengesan.
“Ya udah, itu susu sama mangganya dimakan ya, Mama mau
jemput Papa ke Bandara, kamu jaga rumah ya..” kata Mama, Alyssa hanya
mengangguk.
Alyssa segera teringat kertas yang ditemukan dalam buku
tadi. Akan tetapi, dia terlebih dahulu
mengetik status di facebook.
Alyssa
Saufika Umari
Ketika
kita harus merelakan sesuatu yang benar-benar harus kita relakan, kita harus
ikhlas..
#Aliicce
Begitulah status Alyssa hari ini. Ia selalu menyisipkan
#Aliicce di setiap statusnya, katanya sih untuk legalitas.
Alyssa segera membaca kertas yang pertama.
Sepandai apapun bunga menyimpan
harum baunya, pasti lama-kelamaan harum itu akan semerbak menusuk hidung.
Seperti halnya aku, apakah aku sanggup menyimpan rasa ini, sedangkan kau bersamaku
setiap hari.. aku tidak bisa meyakinkan diriku bahwa aku salah memiliki
perasaan ini, tapi kuharap, aku dapat menjaga perasaan ini dalam diamku
untukmu..
AliicceAditya
Di dalam pikiran Alyssa timbul banyak pertanyaan, untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ia membaca kertas yang kedua.
Hal yang mungkin
harus aku syukuri adalah bisa bersamamu dalam satu ruang waktu. Seperti
sekarang ini.. harus dihukum bersama-sama dalam mata pelajaran fisika yang
menyatukan kita. Dan itu semua hujanlah saksinya. Sungguh, hari yang tidak bisa
kulupakan...
AliicceAditya
“Hah.. Jadi Mario yang nulis ini semua.. Ehm
bentar-bentar Mario Stevano ADITYA Haling... Oh iya, ini bener-bener Mario.
Tapi masa iya Mario naksir sama aku..” celoteh Alyssa sendiri di dalam kamar.
“Ah tapi nggak mungkin deh..”
tambahnya lagi.
---Mario POV---
“Lagi ngapain sih loe broo? Daritadi mondar-mandir mulu
kaya polisi lagi patroli..” celetuk Ray yang kebetulan main di rumah Mario.
Daritadi Mario memang mondar-mandir terus seperti mencari-cari sesuatu.
“Kertas gue ilang..” jawab Mario sambil membolak-balik
buku pelajarannya.
“Kertas apaan sih? Penting banget ya?” tanya Ray sambil
menyomot keripik singkong di stoples.
“Pokoknya penting banget, itu curhatanku tentang Alyss,
nanti kalau ada yang tahu bagaimana?” jawab Mario dengan muka sedih.
“Yaelah, kalau emang takdir harus pada tau ya mo begimane
lagi Mario Stevano Aditya Haling..” kata Ray asal bunyi.
“Pala loe.. belum waktunya..” sahut Mario sambil
menerawang air hujan.
Mario kalau dengan Ray logatnya loe gue, akan tetapi
berbeda dengan yang lain memakai aku kamu, aneh memang.
--- ALL POV ---
Hari ini Alyssa menemukan kertas diatas meja Mario
kembali. Kebetulan Mario sedang di kantin bersama Ray. Alyssa langsung
mengambil kertas itu dan memasukkannya ke saku rok. Ia langsung menuju toilet
untuk membuka kertas itu karena penasaran dan tidak ingin ada yang
mengetahuinya.
Kertas itu hilang,
dan semua tentang kamu.. semoga yang menemukan tidak ada kecurigaan sedikitpun,
bahkan aku berharap kertas itu hilang dan aku tetap bisa mengagumimu dalam
diamku..
AliicceAditya
Alyssa langsung menyimpannya dan kembali ke kelas. Di
kelas Mario sedang celingukan sambil mengobrak-abrik isi laci.
“Nyariin apa Yo?” tanya Alyssa. ‘Pasti nyariin kertas
tadi, emang penting banget ya..’ pikir Alyssa.
“Eh Alyss, lagi nyariin kertas doang sih..” jawabnya
sambil tetap mencari.
“Emang kertasnya penting banget ya?” tanya Alyssa lagi.
“Pentinglah.. menyangkut masa depan hehehe” jawab Mario
asal jeplak.
“Ceileh.. apaan sih? Cerita dong..” kata Alyssa. Mario lalu duduk di kursinya.
Mungkin sudah pasrah karena sudah lama mencari.
“Hem, ya cuman kertas berisi curhatanku doang sih,
tentang cewek..” kata Mario sambil meneguk minuman yang tadi dibelinya di
kantin.
“Ciee.. lagi kasmaran nih ceritanya.. sama siapa?” tanya
Alyssa yang langsung membuat Mario menatapnya. Alyssa jadi salah tingkah
ditatap oleh Mario begitu dalamnya.
“Ada deh..” jawab Mario yang langsung ngeloyor pergi dan
meninggalkan Alyssa yang masih mematung dengan banyak pertanyaan terpahat di
pikirannya.
‘Huh.. padahal kan aku pengen tau.. Aliicce yang di
maksud dalam catatan-catatannya itu aku atau bukan.. kalau aku, aku udah siap
banget kok jadi pacarnya.. hahaha’ batin Alyssa sambil cengar-cengir hingga
membuat teman-temannya heran.
--- Alyssa POV ---
Sepulang sekolah, Alyssa langsung ON di facebook tanpa
memedulikan teriakan bi Inem yang
menyuruhnya makan. Di berandanya muncul status Mario 2 menit yang lalu.
Mario
StevAditH
Sebel..
masa ilang lagi.. Nanti kalau yang nemuin dia, aku kan malu banget.. #AA
“Haduh, nih cowok alay banget.. gituan aja dibuat status,
hahaha” kata Alyssa sambil tertawa yang sontak membuat bi Inem yang sudah di
kamarnya kaget.
“Non Alyssa kenapa? Kok tertawa sendiri, bibi takut
Non..” kata bibi sambil gemeteran.
“Ah elah Bi, ni namanya Alyssa lagi seneng kalau tertawa.
Emangnya Alyssa kesurupan apa.. hehehe” kata Alyssa sambil cengengesan.
“Ya udah deh, nih bibi bawakan makanan untuk makan siang
Non Alyssa, Mama lagi pergi ke rumah bu Santi..” bi Inem berpidato.
“Iya bi..” jawab Alyssa sambil tetap fokus memanteng
laptopnya. Alyssa dengan jail langsung mengomentari status Mario. Hingga
akhirnya mereka berlanjut adu komentar.
Alyssa
Saufika Umari
Ahahaha
jujur Yo.. Alay bgt u.. hahaha
Mario
StevAditH
Yelahh..
sekali doang.. nie udah kelampau stres tauk..
Alyssa
Saufika Umari
Busyeeett,
kenapa malah tambah alay... hahaha
Muhammad
Ray Prasetya
Ehemm..
Numpang lewat mas mbak.. hehehe
Mario
StevAditH
Alyssa
: Ah enggak, mungkin perasaanmu saja.. hehehe
Ray : Nyamuk loe..
Alyssa
Saufika Umari
Mario : ihhh auk ah Yo.. pusing aku
hahaha
Ray : Bayar pajak...
Muhammad
Ray Prasetya
Mario : Busyett.. lewat doang
dipanggil nyamuk.. ya udah deh terusin pacarannya, gue pergi aja huh..
Alyssa : Udah, gue mau pergi aja,
dimarahin cowok loe tuh.. bye Aliicce hahaha
Mario
StevAditH
Alyssa
: yah.. gitu deh...
Ray : Diem loe.. wah.. cari
gara-gara ni bocah..
Akan tetapi Alyssa telah OFF karena takut dimarahi bi
Inem gara-gara tidak cepet makan siang.
Alyssa menempelkan kertas-kertas milik Mario di sebuah
buku bersampul Paris. Ia pun menanggalinya. Ia langsung ON facebook kembali. Di
berandanya muncul lagi Mario sedang posting catatan. Sebuah cerita pendek karya
Mario yang langsung di copas oleh Alyssa, dan dibuka lewat Microsoft Word.
Alyssa menangis membaca cerpen karya Mario. Begitu
menyentuh setip kata-kata yang dirangkainya. Alyssa langsung bergegas menuju
ruang kerja Papanya dan mencetak cerpen Mario.
--- Mario POV ---
“Ray, cerpen yang gue posting tadi siang masa di like Alyssa, berarti dia udah baca dong,
trus bagimane reaksinya ya pas baca.. jadi penasaran..” kata Mario yang sedang
berada di rumah Ray. Ray yang mendengarkan celotehan Mario langsung ngakak.
“Hahaha loe yakin Alyssa baca? Barangkali cuma di like doang tanpa dibaca.. hahaha, jangan
ge-er dulu lah..” balas Ray sambil mengunyah keripik singkong yang dibawakan
oleh Mario. Ya, Ray doyan banget sama yang namanya keripik singkong.
“Ah elah loe, liat kawan seneng dikit aja nggak mau banget..” kata Mario sambil
memanyunkan bibirnya.
“Hahaha ya siapa tau aja kan, biasanya temen-temen fb gue
kalo ngelike status ya ngelike doang tanpa dibaca.. yang penting
kan udah nyumbangin jempol.. hehehe, kaya gue ngelike status loe.. kan kagak pernah gue baca.. hahaha..” Ray
berdeklamasi di depan Mario.
“Ah sialan loe.. semoga aja temen-temen facebook loe yang
rese termasuk loe.. kagak seperti Alyssa.. hehehe..” kata Mario sambil
senyum-senyum sendiri.
“Mulai sableng loe Yo..” ejek Ray yang tidak menghentikan
aktivitas makan keripiknya.
--- di Sekolah ---
Pukul setengah 7, Mario sudah sampai di sekolah. Akan
tetapi Alyssa belum kelihatan batang hidungnya.
“Alyss kemana sih? Tumben-tumbenan belum dateng..”
celoteh Mario sendiri di dalam kelas.
Sampai bel masuk pun, Alyssa belum juga datang. Tak
berapa lama, ada guru piket yang masuk ke kelas Mario untuk memberikan tugas
karena guru Bahasa Inggris sedang menemani Alyssa lomba story telling.
‘Kenapa nggak
bilang sih Lyss kalau kamu lomba hari ini..’ pikir Mario. Ia langsung bergegas
menuju perpustakaan. Sambil membuka laptop dan menunggu laptopnya yang sedang
booting, ia menulis di kertas kecil seperti biasanya.
Hari ini aku kau
tinggalkan. Meskipun baru sebentar, itu telah membuatku sangat-sangat
meridukanmu. Aku tidak tau nanti kalau kita berpisah.. Mengapa kamu tidak
bilang kepadaku akan hari ini.. tapi bukan salahmu juga, aku seharusnya
mendukungmu, semoga kamu berhasil dan membawa prestasi untuk sekolah kita. Aku
tau kamu bisa melakukannya..
AliicceAditya
Mario
langsung menyelipkan kertas itu di buku besar berbahasa asing yang jarang
dibaca oleh orang. Ia meletakkan buku itu di rak paling tersembunyi. ‘Kalau aku
buat lagi, ku selipin di buku ini aja ah.. biar nggak ilang... hehehe’ pikir Mario.
Setelah laptopnya hidup, ia langsung membuka facebook dan
mengetik status.
Mario
StevAditH
Aku
hanya bisa berdoa untukmu dari sini.. semoga berhasil.. J
Tak berapa lama muncul komentar dari Alyssa hingga mereka
malah saling berkomentar.
Alyssa
Saufika Umari
Iya,
makasih lo ya.. hehehe
Mario
StevAditH
Emang
buat situ??
Alyssa
Saufika Umari
Nggak
tau juga sih.. barangkali aja.. hehehe, la emang buat siapa??
Mario
StevAditH
Emm enggak.. hehehe, katanya lomba,
kok malah facebook’an sih?
Alyssa
Saufika Umari
Aku
nomer undi 17, nie baru sampe no undi 5
Muhammad
Ray Prasetya
Mario
: Eeee kamprett.. disuruh ngerjain tugas malah pacaran, ON dimane loe Yo..?
Alyssa : Semangat ya Lyss.. hehehe
Mario
StevAditH
Alyssa : Semangat ya Lyss.. semoga
bisa jadi juara..aku mau OFF dulu, disuruh ngerjain tugas sama emak hehehe
Ray : Gue di perpus, iye-iye nie OFF
Muhammad
Ray Prasetya
Mario
: sialan loe, emang gue emak loe.. cie pamitan dulu.. hahaha
Alyssa
Saufika Umari
Yayayaya
--- Alyssa POV ---
Di ruang lomba, Alyssa menunggu gilirannya untuk story telling. Sampai tiba gilirannya.
Akhirnya tibalah saat-saat pengumuman. Ketika MC
membacakan juara-juaranya..
“Juara pertama diraih oleh Alyssa Saufika Umari dari SMA
Bakti Negara.. Selamat untuk Alyssa, silakan naik ke panggung..” kata MC.
Alyssa sontak memeluk bu Nirma, guru Bahasa Inggris.
“Selamat ya Alyss, kamu memang pantas menjadi juara..”
sahut bu Nirma.
“Iya bu, ini semua berkat bimbingan ibu juga,
terimakasih..” balas Alyssa sambil melepaskan pelukannya dan menuju ke atas
panggung.
---di rumah---
Sesampai di rumah, Alyssa langsung di sambut oleh Papa
dan Mamanya.
“Gimana tadi sayang?” tanya Papa.
“Gagal Pa..” jawab Alysa dengan muka yang dibuat-buat
melas.
“Gagal gimana? Bukannya kamu sudah latihan dengan keras
ya?” sahut Mama.
“Iya Ma.. Alyssa gagal dapet juara tiga, tapi Alyssa
dapet juara satu.. hehehe” balas Alyssa yang langsung dipeluk oleh Papa dan
Mamanya.
“Anak Papa hebat banget deh... pinter ngibul juga
sekarang.. hahaha” gelak tawa Papa langsung diikuti Alyssa dan Mamanya.
Setelah puas bercengkerama dengan keluarga, Alyssa masuk
ke kamar. Dan udah pasti langsung ON facebook. Alyssa memang seorang
facebookers, jadi tidak heran kalau dimanapun ia berada, ia selalu menyempatkan
untuk online.
Ada satu pesan masuk di inbox Alyssa. Hingga akhirnya
Alyssa chatting.
Mario
StevAditH
Gimana
Lyss?
Alyssa
Saufika Umari
Alhamdulillah
juara 1
Mario
StevAditH
Cieee...
selamat ya.. nggak nyangka kamu pinter banget bahasa Inggris..
Alyssa
Saufika Umari
Aku juga nggak nyangka kamu bakat
jadi penulis, cerpen kamu bagus..
Mario
StevAditH
Masa
sih.. hehehe, aku dibuatin puisi pake bahasa Inggris dong..
Alyssa
Saufika Umari
Oke..
tapi aku juga harus kamu buatin cerpen.. jadi tukeran deh.. hehehe
Mario
StevAditH
Sipp
deh..
--- ALL POV---
Keesokan harinya di sekolah, Alyssa menghampiri meja
Mario dan memberikan secarik kertas kepada Mario.
“Nih puisi yang kamu minta..” kata Alyssa. Mario menerima
kertas tersebut dengan tersenyum.
“Makasih lo ya.. oh ya, cerpennya belum jadi, besok deh
aku bawa..” kata Mario.
“Iya nggak
apa-apa kok..” kata Alyssa sambil meninggalkan Mario ke perpustakaan.
--- Alyssa POV---
“Hai Alyss.. mau baca apa?” tanya Pak Nono, penjaga
perpustakaan.
“Mau cari buku yang bahasa asing Pak, buat latihan,
soalnya sebentar lagi ada kompetisi bahasa asing..” jawab Alyssa, beharap Pak
Nono mencarikannya.
“Oh itu di rak paling selatan, bukunya agak besar dan
tebal, bersampul klasik, pasti kalau kamu udah nemuin bukunya, kamu bakalan
ngerti maksud saya, semoga itu buku yang kamu maksud, saya sangat sibuk ini..”
kata Pak Nono sambil tetap fokus ke komputer di depannya.
Alyssa hanya geleng-geleng kepala sambil mencoba memahami
kalimat Pak Nono. Ia langsung menuju ke rak paling selatan dan betul yang
dikatakan Pak Nono, ia langsung menemukan buku besar bersampul klasik dan
tebalnya beberapa senti.
Alyssa
mulai membuka-buka dan membaca buku tersebut. Terdapat empat bahasa di
dalamnya. Ada bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, dan Mandarin. Tepat di
tengah-tengah buku, ada secarik kertas. Alyssa segera membacanya dan berusaha
menahan tawa. Alyssa tahu siapa penulisnya.
Kertas
itu bertuliskan
Hari ini aku kau tinggalkan.
Meskipun baru sebentar, itu telah membuatku sangat-sangat meridukanmu. Aku
tidak tau nanti kalau kita berpisah.. Mengapa kamu tidak bilang kepadaku akan
hari ini.. tapi bukan salahmu juga, aku seharusnya mendukungmu, semoga kamu
berhasil dan membawa prestasi untuk sekolah kita. Aku tau kamu bisa
melakukannya..
AliicceAditya
“Pasti
nulisnya kemarin hehehe” kata Alyssa sambil memasukkan kertas tersebut ke saku
rok.
---Mario POV---
Everyday if i meet
you
I
feel something in my heart
What can I tell you that I haven't already?
I saw you in a pink cloud,
since then I have been crazy, blind
and I write to you from the paper, where,
I only think of you and I am very happy
thank you for everything
Segini dulu ya.. nanti kalau udah
ada mood, aku buatin lebih banyak deh hehehe
Aliicce
“Ciee
senyum-senyum kaya kuda, kesambet apaan loe? Hahaha” kata Ray mengagetkan Mario
yang sedang membaca puisi dari Alyssa.
“Kesambet dewi Amor.. hahahay” jawab Mario asal.
“Gaya loe Dewi Amor.. Jin Iprit kalik.. hahaha” sahut Ray
yang langsung mendapat lirikan tajam dari Mario.
“Hem, terserah loe deh, gue lagi males gebukin loe,
karena gue lagi seneng hari ini, jadi hematlah nyawamu nak..” kata Mario yang
disambut ketawa ngakak oleh Ray.
“Ceileh.. seneng nih.. beliin kripik singkong donk..
hehehe kan lagi seneng kan ya... hehehe”
cerocos Ray.
“Duileh Ray. Pinter banget manfaatin keadaan ya.. cocok
jadi penipu loe..” ujar Mario sambil berniat memasukkan kertas dari Alyssa ke
kantong celananya. Akan tetapi Ray
segera merampas kertas tersebut dan langsung membacanya.
“Hiyahh.. gaya pake acara baca puisi bahasa Inggris,
emang loe ngarti? Hahaha” celoteh Ray setelah membaca.
“Ye.. sebego-begonya gue, kalau masalah puisi cinta,
bahasa apapun bisa kali sob..” kata Mario.
“Loe mah gitu.. by
the way, anyway, busway, ini dari Alyssa?” tanya Ray.
“Matanya dipake donk.. kan udah ada nama penulisnya..”
sahut Mario dengan sebalnya.
“Wehehe maaf, tadi lupa kagak makan wortel hehehe, jadi
daya akomodasi kurang hehehe” kata Ray asal-asalan.
“Sok-sok’an loe..” kata Mario.
“Eh tapi kok Alyssa mau-maunya sih, ngebuatin puisi cinta
gini buat loe.. loe bayar berapa?” tanya Ray, sungguh pertanyaan yang bikin
emosi.
“Sialan loe.. gue disuruh buatin cerpen buat dia, terus
gue minta dibuatin puisi pake bahasa Inggris deh..” jawab Mario.
“Ah itu kan namanya kagak ikhlas, masa disuruh trus minta
imbalan, apaan sih loe, pernah di ajarin agama gak sih? Hahaha” kata Ray yang
awalnya sok-sok’an marah tapi akhirannya ketawa ngakak.
“Ye.. biarin, yang penting kan sama-sama punya
kenang-kenangan hehehe” kata Mario sambil cengengesan.
“Ya.. semerdeka loe aja deh... yang penting kripik
singkong... hehehe” kata Ray.
“Ogah...” jawab Mario sambil merampas kertas puisi Alyssa
yang dipegang Ray dan berlalu meninggalkan Ray.
“Ye.. tungguin Yo.. gue atut cendilian di tempat cepi..”
kata Ray dengan nada di manja-manjain.
“Ihh.. najong banget sih loe..” teriak Mario yang sudah
mulai jauh dari Ray.
--- ALL POV ---
Mario : Aku
yang pernah
Engkau kuatkan
Aku yang pernah kau
bangkitkan
Aku yang pernah kau beri
rasa
Saat ku terjaga
Hingga ku terlelap nanti
Selama itu aku akan
Selalu, mengingatmu...
Alyssa : Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan
tulisan indahkku yang dulu
Pernah
warnai dunia
Puisi
terindahku hanya untukmu
Mungkinkah
kau kan kembali lagi
Menemaniku
menulis lagi
Kita arungi
bersama
Puisi
terindahku hanya untukmu..
(Jikustik
– Puisi)
“Ciieee duet...” teriak Ray dari pojokan kelas.
“Sirik
aja loe..” sahut Mario. Alyssa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Mario
dan Ray.
“Sudah..
gitu aja pake ejek-ejekan.” Kata Alyssa.
“Ehm
Lyss, nanti sepulang sekolah aku ajak dulu ke ruang musik ya..” kata Mario
dengan raut muka memohon.
“Tapi
kan banyak PR Fisika Yo.. tau sendiri kan aku agak gimana gitu sama yang
namanya Fisika.. trus besok juga ada ulangan Fisika..” kata Alyssa. Mario
tersenyum lebar.
“Kan
ada aku... nanti kita kerjain sama-sama deh, biar cepet selesai..” sahut Mario
yang disambut senyuman oleh Alyssa. Yah, Fisika
lagi yang mendekatkan mereka.
“Duile..
jantungnya mo copot tuh.. hahaha” ledek Ray yang melihat adegan lempar senyum
antara Mario dan Alyssa. Ray tahu kalau Mario deg-degan melihat senyum Alyssa.
‘Sialan
si Ray, malu-maluin aja..’ pikir Mario yang mukanya agak memerah.
“Masih
punya rasa malu loe?” teriak Ray seakan tahu isi hati Mario.
“Rayyyyy”
teriak Mario yang sudah jengkel dengan tingkah Ray. Alyssa tertawa melihat
adegan kucing dan tikus seperti itu.
---
“Huaa..
soal Fisika 2 aja males ngerjain, ini malah 40, huhuhu” kata Alyssa disela-sela
mengerjakan Fisika bersama Mario di koridor sekolah.
“Aduh
Alyss.. ini itu soal Fisika yang mudah-mudah kalik..” sahut Mario. Alyssa
mendelik mendengar perkataan Mario.
‘Buset
nih anak makanannya apaan sih? Soal kaya ginian dikata MUDAH..’ pikir
Alyssa.
“Ya
udah.. jelasin satu persatu soal-soal ini deh..” kata Alyssa. Mario mengangguk
tanda dia mau menjelaskan.
Selama
Mario menjelaskan, Alyssa menulis semua penjelasan Mario di buku catatannya.
Nampaknya dia lebih mudah paham apabila Mario yang menjelaskan.
“Gimana?
Mudah kan? Gitu aja kok ngeluh..” kata Mario. Alyssa hanya cengar-cengir. ‘Bego
gue malu-maluin deh.. hahaha’ pikir Alyssa.
“Iya
deh.. udah selesai nih..” sahut Alyssa.
“Udah
yuk, tadi kan aku ajak kamu ke ruang musik..” kata Mario.
“Oh
iya ya... Ayok..” kata Alyssa sambil berjalan mendahului Mario.
“Yee..
yang ngajakin duluan siapa sih.. malah ditinggalin..” kata Mario dengan muka
cemberut.
“Eh..
iya-iya deh..” sahut Alyssa sambil berjalan menyejajari Mario.
---
di Ruang Musik---
Mario
menyetem sebuah gitar yang akan dimainkannya, sedangkan Alyssa duduk di sofa
dekat Mario.
“Lyss,
bisa lagunya The Overtunes, Sayap Pelindungmu?” tanya Mario.
“Hehehe
enggak.. Tapi coba nyanyiin deh..” kata Alyssa.
Mario
mulai memetik gitar dan bernyanyi.
Saat
kau jatuh
Lukai
hati
Dinamanapun
itu
I’ll find you
Saat
kau lemah dan tak berdaya
Lihat
diriku untukmu
Kapanpun
mimpi terasa jauh
Oh
ingatlah sesuatu
Kuakan
selalu jadi sayap pelindungmu
Saat
duniamu mulai pudar dan kau merasa
hilang
Kuakan
selalu jadi sayap pelindungmu
Saat
kau takut dan tersesat
Dimanapun
itu
I’ll
find you
Air
matamu tak kan terjatuh
Lihat
diriku untukmu
Walau
kau tak sanggup
Ku
tak kan menyerah
Ku
ada untukmu
(The Overtunes – Sayap
Pelindungmu)
Dengan
mata berkaca-kaca, Alyssa bertepuk tangan setelah Mario selesai menyanyikan
lagu tersebut.
“Kok
nangis Lyss?” tanya Mario.
“Enggak..
lagu plus suara kamu tuh nyentuh banget..” jawab Alyssa.
“Ahh
mungkin perasaanmu saja.. hehehe” sahut Mario sambil nyengir malu-malu.
“Hem..
terbang tuh..” ledek Alyssa.
---Mario POV---
Ketika aku ditanya,
apa yang membuat diriku bahagia ketika bersamamu, jawabannya satu..ya..
senyummu... Senyummu yang mengalihkan duniaku..
AliicceAditya
Mario langsung meraih gitarnya dan menyanyikan sebuah
lagu.
Your hand fits in mine
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
And I'm joining up the dots with the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me
I know you've never loved
The crinkles by your eyes
When you smile
You've never loved
Your stomach or your thighs,
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly
I won't let these little things slip out of my mouth
But if I do
It's you
Oh, it's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things
You can't go to bed without a cup of tea
And maybe that's the reason that you talk in your sleep
And all those conversations are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me
I know you've never loved
The sound of your voice on tape
You never want
To know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But you're perfect to me
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things
You'll never love yourself half as much as I love you
And you'll never treat yourself right, darling, but I want you to.
If I let you know I'm here for you
Maybe you'll love yourself like I love you, oh.
And I've just let these little things slip out of my mouth
'Cause it's you,
Oh, it's you,
It's you they add up to
And I'm in love with you
And all these little things
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all your little things
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
And I'm joining up the dots with the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me
I know you've never loved
The crinkles by your eyes
When you smile
You've never loved
Your stomach or your thighs,
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly
I won't let these little things slip out of my mouth
But if I do
It's you
Oh, it's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things
You can't go to bed without a cup of tea
And maybe that's the reason that you talk in your sleep
And all those conversations are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me
I know you've never loved
The sound of your voice on tape
You never want
To know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But you're perfect to me
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things
You'll never love yourself half as much as I love you
And you'll never treat yourself right, darling, but I want you to.
If I let you know I'm here for you
Maybe you'll love yourself like I love you, oh.
And I've just let these little things slip out of my mouth
'Cause it's you,
Oh, it's you,
It's you they add up to
And I'm in love with you
And all these little things
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all your little things
(One
Direction – Little Things)
“Ciee, sejak kapan anaknya Bunda
jadi seneng nyanyi?” tanya Bunda yang sudah berdiri di ambang pintu kamar
Mario.
“Eh Bunda.. enak kan suaranya Mario?
Hehehe” jawab Mario sambil terkekeh.
“Enak kok.. Oh ya, tadi Alyssa
telfon, suruh ngeSMSin cara mengerjakan soal Fisika yang nomer 1 hal 17, ini
dia juga ngasihin nomer yang harus kamu kirimi.” Jelas Bunda. Mario hanya
manggut-manggut, tapi setelah itu dia seperti teringat sesuatu.
“Itu nomer hapenya Alyssa Bun?” tanyanya
yang dibalas anggukan oleh Bundanya. Secercah senyuman mengembang di wajah
manis Mario.
“Kok
senyum-senyum gitu sih?” tanya Bunda.
“Enggak kok
Bun.. udah Bunda keluar aja.. Mario mau belajar..” kata Mario. Bunda hanya
menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putranya itu.
Mario segera membaca soal fisika yang dimaksud Alyssa
dan mengetikkan jawaban untuk selanjutnya dikirim ke Alyssa. Tak berapa lama,
Alyssa membalasnya. Dan akhirnya merekapun berbalas-balasan SMS.
From : 085*********
Makasih Rio.. J
For : 085*********
Sama-sama Alyss, lagi apa?
Mario segera menyimpan nomor handphone Alyssa.
From : Aliicce
Lagi mikirin kamu.. hahaha ._.V lagi SMSan aja nih..
la kamu sendiri lagi apa?
For : Aliicce
Lagi abis gitaran + nyanyi aja
From : Aliicce
Ciee.. lagunya siapa? + buat siapa?
For : Aliicce
Lagunya One Direction – Little Things, buat seseorang
yang spesial..
From : Aliicce
Buat orang yang inisialnya AA ya?? Ciee.. siapa sih??
For : Aliicce
Ihh sok tau... ada deh pokoknya.. hehehe
From : Aliicce
Aku kepo tauk...
For : Aliicce
Kasian.. hehehe :P
From : Aliicce
Kalau aku udah tau gimana??
For : Aliicce
Hah?? Masa sih? Emang siapa??
From : Aliicce
Biasa aja kali.. aku kan Cuma bercanda Mario Stefano
Aditya Haling....
For : Aliicce
Dih, hapal namaku loh.. jangan-jangan..
From : Aliicce
Hello.. kita
kan sekelas, secara aku kan seksi Absensi, nama temen-temen sekelas juga aku
hafal kali Rio...
For :
Aliicce
Haduh..
kirain namaku doang.. L
From :
Aliicce
Makanya jadi
orang jangan kepedean hahaha
For :
Aliicce
Iya-iya,
tidur dulu gih, udah malem nih..
From :
Aliicce
Iya deh.. g nite.. J
For :
Aliicce
Too.. have a nice dream ya..
Tidak ada balasan dari Alyssa, mungkin Alyssa sudah
tidur. Mario senyum-senyum sendiri di kamarnya.
‘Huh.. andaikan Alyssa tau..’ pikir Mario sambil
merebahkan tubuhnya ke ranjang berukuran king
size dengan pajangan-pajangan seperti kamar-kamar cowok biasanya.
---
Alyssa masih sering menemukan kertas-kertas curahan
hati milik Rio. Dan sudah banyak pula yang terkumpul pada buku bersampul Paris
klasiknya. Tak lupa juga cerpen-cerpen buatan Rio. Dia menyimpannya begitu rapi
dan indah.
---
Terbayang
mata yang indah
Senyumanmu
yang megah
Hinggaku
jadi gundah
Berdering
nada nurani
Berdegup
berdentang nyaring
Tak mampu
sabarkan diri
Huuu
menunggumu di sini
Huuu
menantimu yang jauh tlah pergi
Segala yang
terlihat selalu tentangmu
Oh tentangmu,
oh tentangmu, semua tentangmu
Segala yang
kudengar selalu tentangmu
Oh
tentangmu, oh tentangmu, selalu tentangmu
(Fatin –
Semua Tentangmu)
Alyssa menghentikan aktivitas nyanyinya. Kini dia
berada di taman belakang sekolahnya.
“Argghhhh Rioooooo kayanya aku suka deh sama kamu..”
kata Alyssa.
“Hah? Masa sih Lyss..” sahut Mario yang kini berada di
belakang Alyssa. Seketika wajah Alyssa memerah karena malu.
‘Aduh.. mati aku.. masa iya Rio denger.. huaaa mama.. help me.. aduh aku jawab apa ya? Sumpah
bingung banget mama..’ batin Alyssa sambil menunduk menahan malunya.
“Alyssa.. Rio yang mana nih? Disini juga ada Rio
loh..” goda Mario sambil ketawa ngikik melihat ekspresi Alyssa dari samping.
“Eng.. anu.. eh.. apaan sih Rio mah..” jawab Alyssa
dengan sedikit gugup ketika melihat ke samping dan di sampingnya Rio sedang
tersenyum kepadanya. Sungguh sangat memukau. Senyuman yang memperlihatkan gigi
gingsulnya, dan membuat Alyssa terpesona sesaat.
“Udah.. ngaku aja..” desak Mario hingga membuat Alyssa
dongkol. Tapi Mario mendapat sebuah ide agar Alyssa mau mengaku. Dia
menggelitiki pinggang Alyssa dan membuat Alyssa tertawa ngakak.
“Huaaa Mario.. udah... oke deh aku ngaku.. iya.. aku
suka sama kamu..” ceplos Alyssa di sela-sela
tertawanya. Mario menghentikan aksinya.
“Serius nih?” tanya Mario. Alyssa hanya mengangguk
malu.
“Sama dong..” jawab Mario spontan.
“Aku udah tau kok..” kata Alyssa. Mario mendelik
mendengarnya.
“Kok bisa? Sejak kapan?”
“Yeee kebaca kali Yo dari tingkah laku kamu, juga dari
curhatan-curhatan kamu yang kamu tulis di kertas-kertas yang hilang itu trus
ada tulisannya AliicceAditya, itu kan nama kita..” ceplos Alyssa.
“Oh.. jadi selama ini pencurinya kamu to..” kata Mario
dengan tatapan sinis yang dibuat-buat hingga membuat Alyssa takut dan merasa
bersalah.
“Ihh.. nggak
nyuri tauk.. aku kan Cuma nemuin, ya udah aku simpen deh..” kata Alyssa membela
diri.
“Besok juga mau kok kalau kamu nyuruh aku ngembaliin
semua..” tambahnya.
“Hahaha yeee.. bercanda kali Alyss.. udah kamu simpen
aja, anggep aja hadiah dari aku.. oh pantesan aja ya kamu selalu nyari-nyari
kesempatan sama aku dengan menggunakan mata pelajaran Fisika.. hem.. patut
dicurigai..” ledek Mario yang sukses membuat Alyssa merengut.
“Idihh.. pede gilakk.. emang aku tuh susah kalau sudah
berurusan dengan Fisika kali Yo... tapi emang ada niatan dikit sih.. hehehe”
kata Alyssa yang disambut gelak tawa dari Mario.
“Terus?” tanya Mario lagi. Alyssa memasang wajah
bingung.
“Terus apaan?” Alyssa malah tanya balik.
“Gimana hubungan kita?” Mario masih meluncurkan
pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar di pikirannya.
“Pacaran?” tanya Alyssa. Mario menggeleng-gelengkan
kepalanya.
“Nggak-nggak
nggak, pacaran mah jaman sekarang nggak
level.. pacarannya nanti aja setelah nikah.. kan lebih halal.. hehehe” sahut
Mario. Alyssa tersenyum terharu. Tidak menyangka bahwa Mario begitu dewasanya.
“Udah.. nggak usah kagum sama aku.. nyanyi lagi yuk..”
kata Mario sambil mengambil alih gitar yang dipegang Alyssa dan mendendangkan
sebuah lagu.
Girl I see
it in your eyes you’re disappointed
‘Cause I’m the foolish one that you anointed with your heart
I tore it apart
And girl what a mess I made upon your innocence
And no woman in the world deserves this
But here I am asking you for one more chance
Can we fall one more time?
Stop the tape and rewind
Oh, and if you walk away
I know I’ll fade
‘Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
(Oh) Only you
Hey (hey)
Now, girl, I hear it in your voice and how it trembles
When you speak to me I don’t resemble who I was
You’ve almost had enough
And your actions speak louder than your words
And you’re about to break from all you’ve heard
But don’t be scared, I ain’t going nowhere
I’ll be here by your side
No more fears, no more crying
But if you walk away
I know I’ll fade
'Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
Only you
Oh, girl,
Can we try one more, one more time?
One more, one more?
Can we try one more, one more time?
I’ll make it better
One more, one more,
Can we try one more, one more...
Can we try one more time and make it all better?
'Cause it's gotta be you
It's gotta be you
Only you
Only you
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
(Oh) Only you
‘Cause I’m the foolish one that you anointed with your heart
I tore it apart
And girl what a mess I made upon your innocence
And no woman in the world deserves this
But here I am asking you for one more chance
Can we fall one more time?
Stop the tape and rewind
Oh, and if you walk away
I know I’ll fade
‘Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
(Oh) Only you
Hey (hey)
Now, girl, I hear it in your voice and how it trembles
When you speak to me I don’t resemble who I was
You’ve almost had enough
And your actions speak louder than your words
And you’re about to break from all you’ve heard
But don’t be scared, I ain’t going nowhere
I’ll be here by your side
No more fears, no more crying
But if you walk away
I know I’ll fade
'Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
Only you
Oh, girl,
Can we try one more, one more time?
One more, one more?
Can we try one more, one more time?
I’ll make it better
One more, one more,
Can we try one more, one more...
Can we try one more time and make it all better?
'Cause it's gotta be you
It's gotta be you
Only you
Only you
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
(Oh) Only you
(One Direction-Gotta be you)
♥♪♫ᴥ♣ END ♣ᴥ♫♪♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar