MY HOME

MY HOME

Senin, 27 Februari 2017

Crazy Brother Part 6

Part 6 (Maaf)
Sesampai di rumah, Kania segera memapah Juna ke kamarnya. Sedangkan Arya berpamitan untuk pulang. Orang tua Kania dan Juna sedang ada bisnis di luar kota. Mela ada camping tahunan. Sedangkan Bi Inah sedang pulang kampung.
“Istirahat dulu kak... Gue ambilin makan malam dulu..” kata Kania setelah Juna tertidur di ranjangnya. Juna hanya berdehem, tatapan matanya masih kosong.
“Aisshhh, kagak ada makanan sama sekali? Wah pasti ngiranya hari ini kita makan malam di sekolah, masak deh...” Sesampai di ruang makan, tak ada lauk sedikitpun, hanya ada nasi di magic jar. Kania mendengus kesal, pasalnya ia sangat-sangat kelelahan.
Setelah kurang lebih setengah jam ia berkutat di dapur, jadilah masakan yang pasti enak rasanya. Sop Buntut Sapi. Makanan favorit Kania dan Juna. Kania pun seorang chef rumahan yang kemampuan memasaknya sudah tidak bisa diragukan lagi. Akan tetapi, ia sangat malas mengembangkan bakat memasaknya. Hanya kadang kalau kepepet seperti sekarang.
“Kak, makan dulu gih.. Dari tadi siang belum makan kan? Ayo makan...” Juna segera terbangun dan tertatih menuju ruang makan dengan digandeng Kania. Kania cukup paham dengan keadaan Juna setelah mendengar ceritanya tadi. Ia baru tahu, sekonyol-konyolnya Juna, tak pernah main-main dengan perasaan. Betapa beruntungnya cewek yang disayangi Juna.
“Minggu depan kita berangkat ke London, apa misi loe selanjutnya Ka?”  tanya Juna di sela-sela makannya. Kania segera mendongak menatap Juna.
“Mungkin lupain semua masa lalu gue Kak, loe juga kan...” jawab Kania mantap.
“Iya, gue pengen buka lembaran baru disana, tapi nggak mau sama cewek bule hehehe.” Kata Juna enteng. Kania tersenyum karena Juna sudah bisa tertawa lagi. Ia sangat pandai mengubah emosinya.
“Hahaha yang lokal aja Kak, gak usah aneh-aneh. Loe kagak makan berapa tahun sih? Gitu amat..” sewot Kania karena Juna makan seperti orang kesurupan. Padahal biasanya kalau Kania sedang tidak enak hati, malah tidak makan. Lah Juna? Ia malah bisa makan dengan lahapnya.
“Yaaaa laper kali, kan energi gue udah terkuras waktu nemuin Edo tadi, lari-lari, ditambah lagi gue belum makan sedari siang Kania sayang.. Aisshhh” celoteh Juna. Kania hanya geleng-geleng mendengarnya.
“Dihabisin makannya, trus tidur..” Kata Kania sambil terus melahap makanan di piringnya.
“Ogah ah, ini kan masih jam 10, gimana kalau kita keluar Ka..” celetuk Juna. Kania mendelik mendengarnya.
“Apa loe kata? Masih jam 10? Helllooo Kakak Juna tersayang, jam 10 tuh bagi gue udah malem keless.. lagian keluar kemana coba..” sungut Kania karena waktu tidur malamnya harus terpotong.
“Nanti gue tunjukkin..” balas Juna.
**
Benar saja, Juna mengajak Kania ke sebuah cafe 24 jam yang tak jauh dari kompleks rumah mereka. Juna mengenal sang pemilik cafe karena ia sudah sering berkunjung ke cafe itu.
“Hai mas Rey, kenalin ini Kania kembaran gue..” sapa Juna pada pemilik cafe tersebut.
“Oh hai.. pantesan Juna ganteng banget, kembarannya juga cantik banget ternyata..” sahut Mas Rey sambil mengulurkan tangan.  Kania segera menjabat tangan Mas Rey tersebut.
“Eh Mas, kita boleh nyumbang lagu nggak?” tanya Juna yang langsung disambut antusias oleh Mas Rey.
“Boleh banget, ayo gue anter ke panggung..” Mas Rey berjalan mendekati panggung diikuti Juna dan Kania. Sesampai di panggung, Mas Rey berdiskusi sebentar dengan band nya dan mempersilakan Juna dan Kania memainkan sebuah lagu.
“Lagu apaan Kak?” tanya Kania yang masih belum ngeh dengan tingkah Juna.
The Man Who Can’t Be Moved bisa kan loe?” Juna tahu Kania sering mendengarkan lagu itu di mp3.
“Bisa, oke gue ngikut loe aja alurnya.” Juna langsung memetik gitarnya.
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, "If you see this girl can you tell her where I am?"

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke – I'm just a broken-hearted man
I know it makes no sense but what else can I do?
How can I move on when I'm still in love with you?

Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street

So I'm not moving, I'm not moving

Policeman says, "Son, you can't stay here."
I said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year.
Gotta stand my ground even if it rains or snows.
If she changes her mind this is the first place she will go."

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street

So I'm not moving, I'm not moving,
I'm not moving, I'm not moving

People talk about the guy that's waiting on a girl, oh ohh
There are no holes in his shoes but a big hole in his world, hmm

And maybe I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved
I'm the man who can't be moved

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move

Tepuk tangan menggema di seluruh ruangan cafe. Mas Rey terkagum-kagum dengan penampilan Juna dan Kania, ia segera menghampiri mereka di panggung.
“Oke guys ini bintang tamu kita malam ini, si kembar Juna dan Kania, gimana penampilannya? Keren kan? Gimana kalau kita suruh nyanyi lagi? Jarang-jarang kan mereka datang kesini?” Kania mendelik atas ucapan Mas Rey. Sementara Juna hanya tersenyum menanggapinya.
“Yah asalkan ada kompensasinya mas hahaha” kelakar Kania hingga seisi cafe ikut tertawa.
“Oke gampang nanti, mau ya nyanyi setidaknya 2 lagu lagi.. hehehe” balas Mas Rey. Semua pengunjung cafe setuju. Juna tersenyum lagi dan mengajak Kania mengambil posisi untuk penampilan selanjutnya. Tanpa Kania sadari, ada Arya disana yang tersenyum kearah Juna, dan Juna membalasnya.
“Oke di lagu kedua ini, saya akan memainkan piano sementara yang nyanyi Kania. Lagu yang mewakili perasaannya atas kesalahan yang tak disadari...” Kania mendelik tak mengerti maksud Juna. Arya semakin serius mendengarnya.
“Kami akan membawakan lagu Back to December..” Kania kaget. Sudah pasti yang dimaksud kesalahan oleh Juna adalah penolakannya pada Arya waktu pesta ulang tahun sekolah malam itu. Kania hanya meneguk ludah dalam-dalam.
“Semangat adek.. ditonton tuh.. hehehe” bisik Juna sambil menunjukkan dagunya kearah Arya yang sedang duduk menikmati caramel machiato nya. Kania melotot, ia hanya bisa mendengus kesal. Sudah dibayangkan apa yang akan dilakukannya pada Juna sepulang dari cafe ini. Juna mulai menekan tuts-tuts piano dengan harmoninya.
I’m so glad you made time to see me
How’s life? Tell me, how’s your family?
I haven’t seen them in a while
You’ve been good busier than ever
We small talk, work and the weather
Your guard is up and I know why

Because the last time you saw me
Is still burned in the back of your mind
You gave me roses, and I left them there to die

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time
Salah satu karyawan yang sudah di setting Juna memberikan mawar kepada Arya untuk diberikan kepada Kania. Arya malu-malu menuju panggung. Kania sebisa mungkin mencoba untuk tetap biasa sambil meneruskan nyanyinya.
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time
Arya menyerahkan mawar yang dibawanya kepada Kania. Kania menerimanya dengan malu-malu, sementara sudah ada kameramen yang sudah disiapkan Juna yang sudah memotret momen-momen penting tersebut dengan diam-diam.
“Sorry ya Ya untuk yang waktu itu..” bisik Kania. Arya tersenyum mendengarnya.
“Iya nggak apa-apa, dilanjut lagi gih nyanyinya..” balas Arya, sementara Juna mengiringi momen-momen tersebut dengan pianonya sambil cekikikan. Mas Rey menyuruh Arya menemani Kania bernyanyi. Cekikikan Juna semakin tak tertahankan. Kania sangat malu.
These days I haven’t been sleeping
Staying up playing back myself leaving
When your birthday passed and I didn’t call
Then I think about summer, all the beautiful time
I watched you laughing from the passenger side
And realized I love you in the fall

And then the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love, and all I gave you was good bye
Tak terasa, air mata Kania menetes. Arya mengusap air mata tersebut dengan tangannya. Sementara Juna heboh mengode kameramen bayarannya untuk memotret momen tersebut. Untung saja permainan pianonya tidak buyar.
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time

It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time

I miss yor tan skin, your sweet smile
So good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry

Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
But if we loved again, I swear I'd love you right

I'd go back in time and change it, but I can't
So if the chain is on your door, I understand

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time

It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time
Tepuk tangan riuh menggema di ruangan cafe. Kania menahan malunya ia pun segera balas dendam kepada Juna, akan tetapi ketika ia hendak berbicara, Juna dengan sengaknya berpamitan dengan alasan ia sudah mengantuk dan tidak diperbolehkan keluar lewat tengah malam oleh orang tuanya. Arya terkikik geli melihat ekspresi Kania.
“Aisshhh...” desis Kania. Ia segera berpamitan pula dengan para pengunjung cafe dan tak lupa pula berpamitan dengan Mas Rey.
“Jiahaha nggak ada kesempatan balas dendam deh..” ejek Juna ketika mereka berjalan menuju parkiran.
“Kayak nggak ada hari lain aja..” sewot Kania sambil berlalu masuk ke mobil. Juna dan Arya terkikik.
“Minggu depan kita berangkat ke London, loe nggak ada niat buat ngulangin pernyataan loe ke Kania?” tanya Juna pada Arya. Arya menghentikan langkahnya. Tampak raut wajah berpikir pada wajah tampannya.
“Gue belum tau Jun.. Nanti gue pikirin dulu.. gue balik ya..” sahut Arya dan masuk ke mobilnya. Juna memandang kepergian Arya dengan tatapan entahlah.
“Hoeee kak Juna.. tadi loe bilang loe ngantuk? Kok malah bengong disitu?” teriak Kania dari dalam mobil. Juna tergeragap dan segera menyusul Kania di mobil.
“Loe kira gue sopir? Pindah ke depan Kania..” Juna geregetan karena Kania duduk di belakang.
“Ogah, gue mau tidur.” Jawab Kania singkat.
“Helloo di depan juga bisa tidur kalik... pindah atau gak pulang..” ancam Juna dengan wajah dibuat sangar.
“Terserah loe, gue mau bobok cantik.. wekkk.” Balas Kania sambil melet dan mencari posisi enak untuk tidur.
“Arghhh kampret loe Ka..” pasrah Juna dan segera menyalakan mesin mobilnya dan menuju rumah. Kania terkikik geli melihat tingkah Juna.

**


Haiiiiii... aku post lagi nih.. 
oh iye, sorry ye kalau typo dimana-mana, sorry juga kalau postnya lamaaaaaa. Soalnya yah, selain penulis amatiran, adek kan juga pelajar yang harus belajar juga :'V 
Jangan bosen-bosen deh nungguin nih cerita ;V 
Salam cantik nan unyu dari adek :) {}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar